(via wifeofadocstar)
In honor of Mrs. Cranquis, who kept lifting my spirits, soothing my wounds, and pushing me back into the fray all through med school and residency. Without her love, encouragement, and prayers (+ straight-up miracles from God), I couldn’t have made it.
(via cranquis)
is that a friend couldn’t be a friend forever? there’s a rule in friendship.. whenever you start to like your friend more then what suppose to or you start to love them dear to your heart, but then the friendship had ruined!! i know that rule!! but couldn’t we be over the rule? to love, but to be friend with.. to share and to be closed to..hard huh??!! maybe you’re right.better to stop then to make another mistake!!
kau pernah bertanya suatu ketika dulu…sewaktu kita pulang dari sebuah acara
“kau mahu lewat jalan yang mana? jalan depan apa jalan belakang?”
dan aku menjawab: “terserah kamu saja”
dan kamu berkata lagi seraya bercanda
“wah bahayanya, jika suatu saat kau menikah dan suamimu bertanya, bisa tidak saya nikah lagi? dan kamu mengatakan terserah kamu saja..gawat tuh..hahaha”
“…..itu beda.. krna itu keputusan yang berpengaruh dalam hidupku…”
kamu tahu, sejak kecil, aku sungguh tidak suka untuk mengambil keputusan. apapun itu. kecuali sesuatu yang berpengaruh besar kepada kehidupanku. kerna saat aku membuat keputusan, aku akan sangat nekad dan tidak akan mungkin untuk berpatah balik.
kamu tahu, sewaktu aku SMP, aku bergaul dengan teman-teman yang salah. aku menikmatinya sewaktu menjalani. tapi menginjak SMA, aku bertanya pada diriku, aku ingin menjadi orang yang seperti apa? dan aku ingin menjadi lebih baik. dan mereka bukanlah orang terbaik yang bisa kutemani dekat. dan aku memutuskan…. untuk menjauhi mereka. untuk itu, aku memadamkan nama mereka dan segala kenangan tentang mereka dalam kamus hidupku. meski masih sering berpapasan sewaktu SMA tapi aku tidak lagi tergantung dengan mereka. berpapasan sekadar “kenal”. tidak ada kontak emosi. padahal kami pernah seperti kuku dengan isi sewaktu SMP dulu. tiada celah yang bisa memisahkan.
kamu tahu, sewaktu aku memutuskan untuk kuliyah keluar negeri, aku memadamkan nama teman-teman akrabku dari kamus hidupku. begitu juga kenangan bersama mereka. meski suatu waktu aku pernah terlalu akrab dengan mereka hingga aku tidak bisa membayangkan untuk hidup tanpa mereka disisi. dan aku bisa menjalani hidupku dengan baik-baik saja. meski sekali sekala ketemu sewaktu pulang liburan, tidak ada sama sekali hati-hati untuk tetap keep in touch atau sewaktu dengannya.
saat aku memutuskan untuk tetap dekat padamu, aku tidak pasti sejauh mana aku bisa bertahan dengannya, tapi aku tahu aku akan berusaha. biar bagaimanapun kesudahannya nanti. aku tidak peduli!! tapi sekarang,aku mulai berpikir adakah ini keputusan yang tepat??.. benarkah tembok ini terlalu tinggi untuk kita lepasi? benarkah tembok ini terlalu tebal untuk kita tembusi?? benarkah tembok ini akan tetap memisahkan kita dan melihat saja kita terluka sambil mengukir kata “MUSTAHIL” didinding-dindingnya dengan darah kita?? aku tidak tahu adakah aku harus memutuskan untuk melupakanmu? aku sungguh tidak mahu melakukan itu. belum terlihat sinar harapan yang mengintip celah antara kita.. aku tahu!!tapi untuk memajang namamu dalam kitab sejarah yang hanya akan kukubur dalam-dalam dasar hatiku, atau melepaskan kenangan bersamamu di samudera luas supaya hanyut dalam tarian ombak, atau membebaskan pikiran dan kekhawatiran padamu mengangkasa, aku masih berasa berat untuk melakukannya.. sungguh berat!!
5 Januari..
Masih saja menjadi tanggal kritis. Kalau dulu, aku mengingat ia menjadi tanggal, kamu mula merintis jalanmu sendiri dan sekarang ia masih akan menjadi turning point untuk permulaan jalan baru yang akan kamu tempuh didepan. Jadi wajar, ia menjadi saat yang kritis.. Ujian penentuan.. begitu katamu.. Entah tingkat berapa kala stressmu saat ini, Tapi kamu selalu saja pintar mengimbanginya. Mengontrol sehebat apapun badai kecamuk itu. Aku tahu. Aku yakin denganmu! Semoga semua berjalan baik-baik saja.
“Berhentilah sejenak saat kamu lelah. Tapi jangan terlalu lama. Kemudian melajulah lagi. Jalan ini memang panjang dan payah. Namun kamu telah memilihnya. Maka tempuhlah dengan segala kekuatan yang kamu ada.” Itu pesanmu dulu.
Semoga pesan itu juga akan terus membuatmu kuat saat ini.
Dahulu aku bingung haruskah aku mula berharap agar jam waktu akan berhenti? supaya masa itu lebih dinikmati panjangnya. Tapi setelah waktu berlalu aku tahu, hidup itu berjalan dan selalu berubah. Kita akan bergerak dari satu episode ke episode yang lain. Kita takkan bisa terpaku pada satu waktu. Kadang kita terlalu takut untuk melangkah. Takut untuk kehilangan suatu episode yang kita rasakan cukup indah untuk dinikmati. justru kita tidak tahu sebenarnya Tuhan merencanakan kisah yang lebih indah didepan. Indah pada waktunya. Tapi kita terlalu gopoh. Terlalu takut dan ragu untuk melangkah ke jalan cerita itu. Sekalipun ia bukan lagi cerita tentang kita, tapi sebenarnya ia akan menjadi tetap indah seperti rencana Tuhan.
Aku baru mengerti maksudmu, keakraban itu bukan tegantung pada berapa lama waktu kamu bersama seseorang tapi berapa dalam ia berkesan dihatimu. Iya. Waktu mengekang kita untuk melakukan banyak hal. Tapi ia tidak berarti menghalang juga keakraban yang mungkin terbina. Ya, terbina dari segala perbedaan yang coba kita cari titik persamaannya..Jadinya aku tidak akan menyesali hari-hari saat aku menghitung jam pemergianmu. Walau berkali-kali merasa nyaris kehilanganmu tapi seperti kata orang, merasa kehilangan membuat kita lebih menghargai erti kebersamaan.
Selalu ada pertentangan. Ada perjuangan. Ada musim yang berganti. Hargai saja apa yang sudah terlewati. Kerna Kita tidak bisa menebak masa depan.
This came crossing my mind as I woke up today.
Those days when I really wanted to become your bride, remember. But I didn’t, because someone else did. And my life went on as it was supposed to. I tried to make more friends everyday, meet more new people, write more, newer stuff, TRAVEL, see more…
when you do a good deeds, never do it for me.. but do it for God Sake.. because i’m trying to love you for God sake too..lets try to be better..just that’s it..
why it’s a globe? because no matter how far the distance between us, we’ll never be apart.. how’s big the difference is, it never succeed to widen separate us.. that is it!!